Pada tanggal 30 Oktober, situs web Administrasi Pengawasan Pasar Provinsi Liaoning menerbitkan laporan tentang pemantauan risiko kualitas produk lantai PVC (No. 10 tahun 2024), yang telah menarik banyak perhatian.
Pemantauan risiko ini difokuskan pada lantai PVC dengan mengumpulkan 15 sampel. Pengujian mengikuti standar GB/T 22048-2022, khususnya pemantauan dibutil ftalat (DBP) pada lantai PVC. Hasilnya menunjukkan bahwa 6 dari 15 batch dinyatakan positif DBP, dengan dua batch melebihi 0,1%. Tingkat ini melampaui peraturan EU REACH (1907/2006/EC, Directive (EU) 2018/2005, Annex XVII) yang membatasi konsentrasi gabungan DEHP, DBP, BBP, dan DIBP.
DBP, cairan berminyak yang stabil, tidak berwarna, banyak digunakan sebagai bahan pemlastis dalam produk seperti nitroselulosa, polivinil asetat (PVA), dan PVC. Ini juga berfungsi sebagai aditif dalam pelumas, penghilang busa, kondisioner kulit, dan poles. Sebagai bahan pemlastis (plasticizer) utama dalam produksi plastik, DBP melunakkan material namun tidak mengikat rantai polimer, sehingga perlahan-lahan terlepas seiring berjalannya waktu dan menimbulkan potensi risiko terhadap lingkungan dan organisme hidup.
Penelitian menunjukkan bahwa DBP mempengaruhi poros hipotalamus-hipofisis-gonad, mengganggu kadar hormon normal dan menyebabkan masalah reproduksi. Pada pria, penyakit ini dapat mengganggu produksi sperma, menyebabkan kerusakan kromosom, dan menyebabkan atrofi testis. DBP juga ditemukan di tanah dan tanaman karena koefisien partisi oktanol-airnya yang tinggi, sehingga menimbulkan risiko ekologis. Akibatnya, UE mengklasifikasikan DBP sebagai polutan lingkungan yang dikontrol secara ketat.
Bahaya Phthalate:
Toksisitas Reproduksi Pria: Atrofi testis yang parah, perubahan kadar testosteron, dan penurunan jumlah sperma.
Toksisitas Reproduksi Wanita: Efek pada rahim dan ovarium, ovulasi tertunda atau tidak ada, dan ketidakseimbangan hormon.
Efek Sistem Darah: Penurunan hematokrit, penurunan hemoglobin, dan peningkatan adhesi trombosit.
Teratogenisitas: Peningkatan risiko kematian janin dan toksisitas organ, termasuk efek pada jantung, ginjal, dan paru-paru.
Toksisitas Hati: Kerusakan oksidatif pada protein, membran lipid, dan DNA, berpotensi merusak sel induk.
Karsinogenisitas: Paparan dalam waktu lama meningkatkan risiko tumor sel induk ganas.
Produk kami (seri JDCH888 dan JDCH999) menggunakan bahan pemlastis non-phthalate yang ramah lingkungan dan bebas dari DEHP, BBP, DBP, dan DIBP. Semua produk telah lulus sertifikasi SGS dan RoHS yang relevan. Untuk detail pengujian produk, silakan pindai kode QR di bawah ini.

